Minggu, 09 Maret 2014

Bicara Lembut dan Bicara lambat (Gigitlah Lidahmu sebelum Lidahmu menggit orang Lain)

Bicara Lembut dan Bicara lambat
(Gigitlah Lidahmu sebelum Lidahmu menggit orang Lain)
            “Bicara lembut, bicara lambat dan jangan banyak bicara begitulah  nasihat John Wayne salah satu bintang film Amerika. Lanjut John Wayne “Saya sulit bicara lembut, bicara lambat karena saya cenderung berbicara dengan tenang ataupun membatasi perkataan saya. ” Bicara lembut dan bicara lambat sejatinya akan bermanfaat bagi kita, karena dengan kita berbicara lembut dan bicara lambat dapat menahan amarah kita. Seperti yang dikutip didalam alkitab bahwa kita haruslah “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;” (Yak. 1: 19) dan lebih jelasnya adalah bahwa “Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.” (Ams. 15: 1)
            Gideon menambahkan didalam Hakim-hakim 8 bahwa “ Memberikan jawaban yang lembut sewaktu berdepat dengan sejumlah orang Islrael. Lalu berkatalah orang-orang Efraim kepada Gideon: "Apa macam perbuatanmu ini terhadap kami! Mengapa engkau tidak memanggil kami, ketika engkau pergi berperang melawan orang Midian?" Lalu mereka menyesali dia dengan sangat. Lalu Gideon menjawabnya dengan lemah lembut "Apa perbuatanku dalam hal ini, jika dibandingkan dengan kamu? Bukankah pemetikan susulan oleh suku Efraim lebih baik hasilnya dari panen buah anggur kaum Abiezer? “Lalu dengan lemah lembut pula Gideon memberikan jawaban tambahan “Allah telah menyerahkan kedua raja Midian itu, yakni Oreb dan Zeeb, ke dalam tanganmu; apa yang telah dapat kucapai, jika dibandingkan dengan kamu?" Setelah ia berkata demikian, maka redalah marah mereka terhadap dia”
            Dengan percaya kepada Tuhan, Kita sebagai hambanya akan dapat memadamkan situasi-situasi yang memanas yang sedang kita hadapai. Dengan berbicara lembut saat menghadapi orang-orang yang sedang marah-marah mencerminkan Kita adalah makluk yang secitra dengan Allah.

*)
Dikutip dari jawaban.com
http://www.imankatolik.or.id/alkitab



1 komentar: